Obat Herbal Rematik di Ende

Obat Herbal Rematik di Ende

Pengobatan Alternatif Rematik di Yogyakarta

Obat Herbal Rematik di Ende. “Pelan-pelan ia melepas ketergantungannya pada obat”

Obat Herbal Rematik di Ende. Riwayat sakit Ernst sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Ia bahkan sudah sakit sebelum putrinya ~Yatrix Magdalena Manuputty~ lahir, 27 tahun lalu. Namun kondisinya memburuk pada tahun 2007. Sebulan, ia keluar masuk rumah sakit sampai lima kali. Awalnya, Ernst anfal dirumah. Dadanya sesak, sulit bernapas dan ia seperti ditenggelamkan dalam air. Teriakannya membuat keluarganya panik. Ia langsung dimasukan ke RS, ruang ICU kelas A.

Obat Herbal Rematik di Ende. “Kami takut sekali. Biasanya pasien ICU kelas A sulit tertolong. Saat itu ayah saya sudah tak bisa bicara dan mengenali orang lagi. Orang-orang yang membesuk tidak lagi membacakan doa kesembuhan, tapi doa penyerahan,” kisah Yatrix.

Obat Herbal Rematik di Ende. Saat itu, pengentalan darah dalam tubuh Ernst membuat kerja jantungnya melambat . akibatnya, paru-paru ikut bengkak. Ia harus disuntik untuk mengeluarkan cairan dari tubuh. Seminggu kemudian, ia keluar RS dengan membawa segepok obat. Namun kondisi Ernst dihari-hari selanjutnya masih payah. Ia divonis tergantung obat-obatan seumur hidup: obat jantung, saraf dan diabetes. Selain pengobatan medis, ia sudah mencoba terapi aliran listrik dan obat-obatan yang ditawarkan berbagai MLM. Tahun 2009, Ernst menjalani operasi varises. Sebelumnya, kakinya bengkak karena varises dan pengentalan darah. Ia berjalan dengan tongkat. Kakinya terancam diamputasi karena bisa membusuk.

Obat Herbal Rematik di Ende. Begitu selesai operasi, saat Ernst terbaring diruang perawatan, Yatrix mencoba memberikan Tahitian Noni Juice pada ayahnya. Awalnya Yatrix tak menggubris ketika ada temannya menyodorinya brosur Tahitian Noni Juice. Tapi setiap melihat brosur itu, ia teringat ayahnya. Akhirnya Yatrix membelikan Tahitian Noni Juice untuk sang ayah. Ernst juga awalnya juga menolak meminum Tahitian Noni Juice. Namun setelah didesak, ia mau juga meminum 30 ml Tahitian Noni Juice, dua kali sehari. Beberapa jam setelah mengonsumsi Tahitian Noni Juice, ia merasa lebih segar. Dengan badan yang masih ditempeli berbagai selang, Ernst bahkan bersikeras untuk bangun dan berjalan ke toilet. Padahal, perawat melarangnya bangun dari ranjang sampai pukul sepuluh malam karena bisa pendarahan. Ketika esoknya perban dikakinya dibuka, dokter memuji karena kaki Ernst ternyata cepat kering. Ia pun melanjutkan konsumsi Tahitian Noni Juice. Seminggu setelah operasi, Ernst menjalani check up, termasuk tes EKG. Hasil tesnya sunggu diluar dugaan. Kondisi jantung, paru-paru dan sarafnya jauh membaik. Pelan-pelan, ia melepas ketergantungannya pada obat. Akhir Februari 2009, ia sudah tak lagi mengonsumsi obat jantung, diabetes dan sarafnya. Semua tongkat sudah disimpan. Jangankan berjalan, Ernst bahkan dengan gagah naik motor kemana-mana. Jika aktivitasnya padat, ia tak lupa minum Tahitian Noni Juice 60 ml, tiga kali sehari.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s